~Let's make a difference~

=========Binus International School Simprug -Jakarta-Indonesia========== IB WORLD SCHOOL

Caring-Communicator-Risk Taker-Principled-Inquirer-Reflective-Open Minded-Balanced-Knowledgeable-Thinker

Tuesday, November 05, 2013

Drama Script in Bahasa 'Romeo Datang'



Sebuah naskah teaterikal komedi; dibuat untuk latihan bermain drama.

Romeo Datang
karya: danang danhid hidayatullah

SUASANA PANGGUNG YANG TADINYA SEPI MENDADAK RAMAI DIDATANGI PARA AKTO. ADA YANG BERMAIN, MENARI, BERCAKAP-CAKAP, LATIHAN MEMBACA NASKAH, DUDUK DUDUK, DLL.

[Tiba-tiba Sutradara muncul dari arah penonton sambil berteriak]
SUTRADARA
Eh…eh…eh…Ini disuruh akting kok malah enak-enakan duduk! Akting, akting! Ayo, bangun!

(berlarian membentuk barisan)

SELURUH PEMAIN
Siap Bu Sutradara…

SUTRADARA
Kalian ini bagaimana sih? Coba lihat! (Memperlihatkan jam tangannya) Sudah jam berapa ini?

SELURUH PEMAIN
Jam berapa yaa…

SUTRADARA
Heh! Ini serius! Bukan main-main!

SELURUH PEMAIN
Main-main!

SUTRADARA
Bu-kan ma-in ma-in. Alias Se-ri-us!

SEBAGIAN PEMAIN
Ciusss?

SEBAGIAN PEMAIN
Mi apa? (tertawa dengan berbagai macam gaya)

SUTRADARA
Mi apa-mi apa! Mi kir dong! Mi-kir! Kalau begini terus penonton bisa bu-bar!

SELURUH PEMAIN
Bar…bar…bar…

SUTRADARA
Kalau semua bubar, siapa nanti yang lihat

SELURUH PEMAIN
Hat..hat…hat

Bawang Merah
Kedengarannya kok tidak enak enak ya?masa hat…hat…hat
Bu Sutradaraa, bagaimana kalau kalimatnya diganti dengan “…siapa nanti yang nonton”

SUTRADARA
Oke. Kalau semua bubar, siapa nanti yang nonton?

SELURUH PEMAIN
Ton…ton…ton…

SUTRADARA
Haduuuh

Duh…Duh…Duh…

(TIBA-TIBA TERSADAR)

Loh kok jadi aku yang bilang duh duh duh. kan harusnya kalian!

SELURUH PEMAIN
Duh…Duh…Duh…

SUTRADARA
(berteriak) Diaaa…m! (Semua terdiam. Sutradara memegang dadanya; serangan jantung)

SELURUH PEMAIN
(berlarian memberikan pertolongan)

MUSIK dan KOREOGRAFI

(Sutradara bangun)
 
SUTRADARA
Heh! Apa-apaan ini? Sudah! Sudah!  

Orang1
Tapi…

SUTRADARA
Tidak ada tapi-tapi! Cepat, semuanya kembali ke posisi! Kita akan mulai pertunjukkan drama ini!
(Para aktor kembali ke posisinya)
Nah para hadirin sekalian, perkenalkan. Saya sutradara dari pertunjukkan yang akan anda saksikan sebentar lagi ini. Mohon maaf kalau keadaannya begini. Ya, maklumlah, namanya juga anak-anak. (berbisik ke penonton) Sukanya main-main!
Tapi jangan khawatir, sekarang semuanya sudah siap dan anda semuanya akan segera menyaksikan pertunjukan yang sangat spektakuler, fantastis dan bombastis ini. Pertunjukan ini kami beri judul…

Orang2 (suara dari luar panggung)Romeo datang!
(suasana mendadak sepi dan mencekam)Romeo datang!

SUTRADARA
Romeo datang?Nah itu dia judulnya! Romeo datang! Ya, judulnya adalah Romeo datang!

Orang2 (datang sambil berlari)
Romeo datang! Romeo datang!

SUTRADARA
Romeo…Oh Romeo…Romeo-ku…akhirnya kau datang juga
(Orang-orang sibuk dengan dirinya masing-masing)

Orang-orang
Romeo…Romeo-ku

SUTRADARA
Romeoku!

Orang3
Romeoku
Orang4
Romeoku
Orang5
Oreoku
SUTRADARA
Heh apa kamu ikut-ikutan?
Orang5
Aku bilang  Oreoku



SUTRADARA
Sudah! Sudah! Kalau semuanya ribut, Romeo tidak akan datang!

Dayang-dayang! Singgasanaku!

Kini SUTRADARA berubah peran menjadi SANG RATU. Ia duduk di singgasana baru miliknya.


SANG RATU
Dayang-dayang, jadi bagaimana menurut kalian? Kepada siapa Romeo akan aku berikan?

(Dayang dayang menjawab masing-masing sesuai pendapatnya)

SANG RATU
Oh begitu pendapat kalian? Baiklah.
Pengawal! (memanggil dengan nada tinggi)

PENGAWAL masuk ke atas panggung dengan koreografi yang indah.

PENGAWAL 1
Salam, Ibu Ratu.

PENGAWAL 2
Ada apa gerangan Ibu Ratu memanggil kami kemari?

PENGAWAL 3
Adakah sesuatu yang dapat kami bantu, Ibu Ratu?

PENGAWAL 4
Maafkan saya Ibu Ratu, saya tadi sedang di toilet. Sakit perut.
Maaf, saya terlambat.

SANG RATU
Ah, sudah, sudah. Tolong panggilkan bawang merah kemari.

PENGAWAL
Baik, Ibu Ratu.

PENGAWAL 4
(berdiri dan langsung berteriak)
Bawang Merah! Bawang Merah! Kemari!

PENGAWAL 1
Ssssttt…berisik!

PENGAWAL 2
Jangan teriak-teriak!

PENGAWAL 3
Panggilnya yang sopan

PENGAWAL 4
Iya, maaf (menunduk)

PENGAWAL 1
Ayo kamu panggil lagi!

PENGAWAL 4
(dengan suara lembut) Bawang Merah…kemari…Ibu Ratu memanggilmu!

BAWANG MERAH masuk. Dialog lepas dan improvisasi dengan SANG RATU

BAWANG PUTIH tiba tiba masuk
Maaf, Bunda memanggil saya?

Dialog lepas dan improvisasi dengan SANG RATU dan BAWANG MERAH
Dialog tanpa kata (silence act)

BAWANG MERAH
Jadi kita berdua harus ikut lomba masak?

SANG RATU
Ya. Sudah final keputusanku bahwa yang berhak menyayangi Romeo adalah yang pandai memasak.
Cukup adil bukan? (keluar panggung)

BAWANG PUTIH
Iya, Bunda (keluar panggung)

BAWANG MERAH
Huh! (keluar panggung)

Dayang dayang saling berpandangan
Dayang 1: Bagaimana menurutmu
Dayang 2: Aku yakin bawang merah akan menang
Dayang 3: Bawang Putih dong
Dayang 4: Kita lihat saja nanti

LAMPU PADAM
(suara pengawal dan suara musik saling mengisi)

LAMPU MENYALA

Lomba memasak disaksikan oleh SANG RATU

KOREOGRAFI dan monolog Bawang Merah
KOREOGRAFI dan monolog Bawang Putih
Pengawal 1 meniup pluit
PARA PEMAIN Freeze frame
Waktu tinggal lima belas menit

Pengawal 2 meniup pluit
PARA PEMAIN Freeze frame
Sepuluh menit lagi

Pengawal 3 meniup pluit
Lima menit lagi

Pengawal 4
Tenang, tenang semua.
Jangan panik. Masih banyak waktu. Santai santai saja.

Pengawal 1 & 2
(mendekati pengawal 4) Grrrr….

SANG RATU memukul gong.
Waktu habis!

BAWANG MERAH dan BAWANG PUTIH berdiri dekat masakannya masing masing.

SANG RATU mencicipi masakan satu persatu.

SANG RATU
Hmmm…ya, ya , ya.

DAYANG DAYANG
Bagaimana IBU RATU?

SANG RATU
Kini aku putuskan salah satu dari kalian yang berhak mendapatkan romeo adalah…

PENGAWAL 4
Bergaya meniup terompet.

PENGAWAL lainnya menarik PENGAWAL 4 ke luar panggung.

 PEREMPUAN 1
Celaka…! Celaka…! Celaka…!
(Semua mata tertuju ke seorang perempuan yang datang)

Celaka, Nyonya! Celaka!

PENGAWAL 1
Kamu ini! Siapa yang celaka, hah?

PEREMPUAN 1
Anu…eee…anu…celaka!

PENGAWAL 2
Bicara yang jelas! Kenapa? Ada apa?

PEREMPUAN 1
Ada anu…eee…ada…

PENGAWAL 3
Ada apa?

PEREMPUAN 1
Romeo …Romeo hilang…Ya! Romeo hilang!

PENGAWAL 4
Oh …Romeo hilang…kirain ada apa.

SELURUH PEMAIN (SERENTAK, KAGET, SALING BERPANDANGAN)
Apa???Romeo hilang?

PEREMPUAN 2
Celaka…! Celaka…! Celaka!

PENGASUH
Ada apa lagi ini?

PEREMPUAN 2
Celaka nyonya! Celaka!

DAYANG 1
Iya, kami tahu celaka. Tapi celaka kenapa?

PEREMPUAN 2
Pokoknya celaka, nyonya!

DAYANG 2
Tenang! Tenang! Duduk dulu disini…air…mana air…?Nah ini …minum dulu biar tenang!

PENGASUH
Nah, coba tarik nafas…keluarkan…tarik lagi…keluarkan…tarik…keluarkan!!!

(Bunyi keras seperti balon  meletus terdengar)

DAYANG 3
Kalian dengar?Suara apa itu?

DAYANG 4
Ada yang kentut!

PENGAWAL 4 (tunjuk tangan mengaku)
…Saya

RATU
Hush! Sudah, sudah! Rewind!Rewind!

(semua bergerak; adegan diulang dengan slow motion)

PEREMPUAN 2
Celaka…! Celaka…! Celaka!

PENGASUH
Ada apa lagi ini?

PEREMPUAN 2
Celaka nyonya! Celaka!

DAYANG 1
Iya, kami tahu celaka. Tapi celaka kenapa?

PEREMPUAN 2
Pokoknya celaka, nyonya!

DAYANG 2
Cepat katakan! Celaka, kenapa?

PEREMPUAN 2
Juliet datang nyonya, Juliet datang! Ia sedang dalam perjalanan menuju kemari! Ia mencari Romeo!

DAYANG 3
Juliet bilang apa?

PEREMPUAN 2

Katanya, tanpa Romeo ia merasa kesepian, tidak ada lagi teman bermain.

RATU
Pemirsa…berita ini terdengar sedikit aneh dan mengherankan. Kenapa Juliet tiba-tiba menginginkan Romeo kembali?  Bukankah ia sudah mengatakan kalau ia sudah bosan dengan Romeo dan ingin memiliki yang lain? yang lebih menarik, lincah dan kencang larinya?Lalu kemana perginya Romeo?Benarkan Romeo hilang?atau jangan-jangan…oh…no!jangan-jangan dicuri orang!

PENGAWAL 4
Bisa jadi begitu…

SEMUA DAYANG menarik PENGAWAL 4 keluar panggung
Uuuggghhhhh!
(musik: suara tabuhan drum pengiring kematian)

SUARA JULIET: Romeooo…!oh tidak, tidaaak!

PARA PENGAWAL MASUK BERIRINGAN MEMBAWA FOTO DAN JENAZAH ROMEO; SEMUA TERDIAM


LAMPU PADAM